ANALOG
TO DIGITAL CONVERTER (ADC)
ADC0809
adalah IC pengubah tegangan analog menjadi tegangan digital dengan masukan
berupa 8 kanal input yang dapat dipilih. IC ADC0809 dapat melakukan proses
konversi secara terkontrol (terprogram) atau pun free running, artinya
ADC tersebut akan mengkonversi terus-menerus sinyal input yang masuk ke ADC.
Sistem mikroprosesor atau mikrokontroler hanya dapat mengolah (memproses) data dalam bentuk biner saja, atau lebih sering disebut besaran digital, oleh sebab itu setiap data analog yang akan diproses oleh mikroprosesor atau mikrokontroler harus diubah terlebih dahulu kedalam bentuk kode biner (digital).
Tegangan analog yang merupakan masukkan dari ADC berasal dari transducer. Transducer inilah yang mengubah besaran kontinyu seperti temperature, frekuensi, tekanan, kecepatan, ataupun putaran motor menjadi tegangan listrik. Tegangan listrik yang dihasilkan oleh transducer yang merubah secara kontinyu pada suatu range tertentu disebut tegangan analog, tegangan analog ini diubah oleh ADC menjadi bentuk digital yang sebanding dengan tegangan analognya.
Seperti
yang dikatakan sebelumnya, ADC ini mempunyai 8 kanal saklar analog multipleks
yang diatur oleh Address Latch and Decoder di mana multiplexer ini akan
meneruskan sinyal analog tersebut ke bagian konversi tegangan. Pada mode
terkontrol, proses konversi dilakukan setelah perintah start yaitu logika 1
pada kaki START diberikan.
Kecepatan konversi tergantung dari frekwensi clock yang diberikan oleh rangkaian eksternal. Sedangkan hasil konversi dikirimkan ke Tri State Output Latch Buffer yang kompatibel dengan level TTL, yaitu sebuah buffer penahan yang bersifat tiga tingkat di mana tingkat pertama terjadi pada saat data hasil konversi masuk ke input dari bagian ini. Tingkat kedua saat data tersebut di latch (terjadi secara otomatis dalam IC ini setiap kali konversi) ke dalam buffer internalnya dan tingkat ketiga saat sinyal OE yang berlogika 1 diberikan ke kaki OE IC ini sehingga data yang ada dalam buffer internal dikirim ke bagian output (D0…D7).
Selama kaki OE masih berlogika 0 maka jalur output (D0…D7) bersifat high impedance (impedansi tinggi) sehingga pada suatu sistem yang kompleks, jalur ini masih dapat digunakan oleh komponen lain yang mempunyai kemampuan akses dengan menggunakan sistem bus.
Kecepatan konversi tergantung dari frekwensi clock yang diberikan oleh rangkaian eksternal. Sedangkan hasil konversi dikirimkan ke Tri State Output Latch Buffer yang kompatibel dengan level TTL, yaitu sebuah buffer penahan yang bersifat tiga tingkat di mana tingkat pertama terjadi pada saat data hasil konversi masuk ke input dari bagian ini. Tingkat kedua saat data tersebut di latch (terjadi secara otomatis dalam IC ini setiap kali konversi) ke dalam buffer internalnya dan tingkat ketiga saat sinyal OE yang berlogika 1 diberikan ke kaki OE IC ini sehingga data yang ada dalam buffer internal dikirim ke bagian output (D0…D7).
Selama kaki OE masih berlogika 0 maka jalur output (D0…D7) bersifat high impedance (impedansi tinggi) sehingga pada suatu sistem yang kompleks, jalur ini masih dapat digunakan oleh komponen lain yang mempunyai kemampuan akses dengan menggunakan sistem bus.
Ada 3
karakteristik yang perlu diperhatikan dalam pemilihan komponen ADC, antara lain
:
- Resolusi
Merupakan spesifikasi
terpenting untuk ADC, yaitu jumlah langkah dari sinyal skala penuh yang dapat
dibagi, dan juga ukuran dari langkah-langkah. Boleh juga dinyatakan dalam
jumlah bit yang ada dalam satu kata (digital word), ukuran LSB (langkah
terkecil) sebagai persen dari skala penuh atau dapat juga LSB dalam mV (untuk
skala penuh yang diberikan). Pada ADC0809 mempunyai ketelitian sebesar 1 bit
LSB.
- Akurasi
Adalah jumlah dari semua kesalahan, misalnya kesalahan
non linieritas, skala penuh, skala nol dan lain-lain. Dapat menyatakan
perbedaan antara tegangan input analog secara teoritis yang dibutuhkan untuk
menghasilkan suatu kode biner tertentu terhadap tegangan input nyata yang
menghasilkan tegangan kode biner tersebut.
- Waktu Konversi
Waktu
konversi adalah waktu yang dibutuhkan untuk mendigitalkan setiap sample atau
yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu konversi. Untuk IC ini bekerja
dibawah 100
. Chip ADC yang banyak digunakan serta tersedia dipasaran
adalah jenis ADC 0804, ADC 0809 dan ADC 0808. chip ini dibuat dengan teknologi
CMOS mempunyai kemampuan melakukan konversi sebanyak 8 buah kanal input analog
secara multiplexing. Adapun data keluaran digital yang dihasilkan adalah
sebanyak 8 bit. Chip ini menawarkan beberapa keistimewaan antara lain high
speed ( kecepatan tinggi), konsumsi daya yang rendah. Karenanya chip ini
banyak digunakan pada proses kontrol peralatan mesin-mesin serta aplikasi
otomotif.
Konverter
sendiri merupakan jantung dari chip ADC. Konverter didesain untuk kecepatan
konversi, keakuratan dan jangkauan yang luas dalam suatu aplikasi. Proses
konversi ADC0809 sendiri dapat dijelaskan melalui diagram pewaktuan di bawah
ini.
Pada
diagram pewaktuan di atas, tampak proses konversi mulai terjadi saat sinyal ALE
dan Start muncul. Sinyal analog di kanal sesuai yang ditunjuk berdasarkan kaki
A0, A1 dan A2 akan dikonversi menjadi digital. Akhir proses konversi terjadi
dengan adanya perubahan dari logika 0 ke logika 1 pada kaki EOC. Data hasil
konversi akan muncul di Data Bus (D0…D7) saat sinyal OE berlogika 1 muncul.
v
Tidak ada komentar:
Posting Komentar